METODE SIMPLEK

METODE SIMPLEK
Andhi supriyadi
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Jl. Kedungmundu Raya no.18 Semarang
METODE SIMPLEK
Pengertian
Metode simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam program linear yang
digunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam permasalahan yang
berhubungan dengan pengalokasian sumberdaya secara optimal. Metode simpleks
digunakan umtuk mencari nilai optimal dari program linear yang melibatkan
banyak constraint (pembatas) dan banyakvariabelPenemuan metode ini merupakan lompatan besar dalamriset operasi dan digunakan
sebagai prosedur penyelesaian dari setiap program komputer.
Pendahuluan
Metode penyelesaian program linier dengan metode simplekspertamakali dikemukakan oleh George Dantzig pada tahun 1947. Metode ini menjadi terkenal ketika
diketemukan alat hitung elektronik dan menjadi popular ketika munculnya
computer. Proses perhitungan metode ini dengan melakukan iterasi berulang-ulang
sampai tercapai hasil optimal dan proses perhitungan ini menjadi mudah dengan komputer.
Selanjutnya berbagai alat dan metode dikembangkan untuk menyelesaikan
masalah program linear bahkan sampai pada masalah riset operasi hingga tahun
1950an seperti pemrogaman dinamik, teori antrian, dan persediaan.
Program Linier merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang
langka untuk mencapai tujuan tunggal seperti memaksimumkan atau meminimumkan
biaya. Program linier banyak diterapkan dalam membantu menyelesaikan masalah
ekonomi, industri, militer, social, dan lain-lain.
Karakteristik persoalan dalam program linier adalah sebagai berikut :
1. Ada tujuan yang ingin dicapai
2. Tersedia beberapa alternatif untuk mencapai tujuan
3. Sumberdaya dalam keadaan terbatas
4.Dapat dirumuskan dalam bentuk matematika (persaman/ketidaksamaan)
Contoh pernyataan ketidaksamaan:
Untuk menghasilkan sejumlah meja dan kursi secara optimal, total biaya yang dikeluarkan
tidakbolehlebihdaridanayang tersedia. Ada dua metode penyelesaian masalah yang digunakandalamprogram linearm program linier, yaitu metode grafis (untuk 2 variabel) dan metode simpleks (untuk 2 variabel atau lebih). Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan
dalam penyelesaian metode simpleks :
- Nilai kanan fungsi tujuan harus nol (0)
- Nilai kanan fungsi kendala harus positif. Apabila negatif, nilai tersebut harus dikali dengan -1
- Fungsi kendala dengan tanda “≤” harus diubah ke bentuk “=” dengan menambahkan variabel slack/surplus. Variabel slack/surplus disebut juga variabel dasar. Penambahan slack variabel menyatakan kapasitas yang tidak digunakan untuk menyatakan kapasitas yang tidak digunakan atau tersisa pada sumber daya tersebut. Hal ini karena ada kemungkinan kapasitas yang tersedia tidak semua digunakan dalam proses produksi.
- Fungsi kendala dengan tanda “≥” diubah ke bentuk “≤” dengan cara mengkalikan dengan -1, lalu diubah ke bentuk persamaan (=) dengan ditambah variabel slack. Kemudian karena nilai kanannya negatif, dikalikan lagi dengan (-1) dan ditambah artificial variabel (M) Artificial variabel ini secara fisik tidak mempunyai arti, dan hanya digunakan untuk kepentingan perhitungan saja.
- Fungsi kendala dengan tanda “=” harus ditambah artificial variabel (M)
Metode simplex merupakan prosedur aljabar yang bersifat iteratif, yang bergerak selangkah demi selangkah, dimulai dari satu titik ekstrem pada daerah fisibel (ruang
solusi) menuju titik ekstrem optimum.
FORMULASI MODEL PROGRAM LINIER
Masalah keputusan yang sering dihadapi analis adalah mengalokasikan secara optimum
keterbatasan/kelangkaan sumber daya dapat berupa uang, tenaga kerja, bahan
mentah, kapasitas mesin, waktu, ruang atau teknologi. Tugas analisis adalah
mencapai hasil terbaik yang mungkin dengan keterbatasan sumber daya itu. Hasil
yang diinginkan mungkin ditunjukan sebagai maksimasi dari beberapa ukuran
profit, penjualan dan kesejahteraan, atau minimasi pada biaya, waktu dan jarak.
Masalah optimasi ini dapat diselesaikan dengan program linear.
Langkah-langkah dalam penyusunan model program linier
adalah sebagai berikut :
1. Definisikan Variabel Keputusan (Decision Variable)
>Variabel yang nilainya akan dicari
2. Rumuskan Fungsi Tujuan:
2. Rumuskan Fungsi Tujuan:
> Maksimisasi atau Minimisasi
> Tentukan koefisien dari variabel keputusan
3. Rumuskan Fungsi Kendala Sumberdaya:
> Tentukan kebutuhan sumberdaya untuk masing- masing peubah keputusan.
> Tentukan jumlah ketersediaan sumberdaya sbg pembatas.
4. Tetapkan kendala non-negatif
> Setiap keputusan (kuantitatif) yang diambil tidak boleh mempunyai nilai negatif
Contoh Persoalan: (Perusahaan Meubel)
Suatu perusahaan menghasilkan dua produk, meja dan kursi yang diproses melalui dua bagian fungsi : perkitan dan pemolesan. Pada bagian perakitan tersedia 60 jam
kerja, sedangkan pada bagian pemolesan hanya 48 jam kerja. Untuk menghasilkan 1
meja diperlukan 4 jam perkitan dan 2 jam kerja pemolesan, sedangkan untuk
menghasilkan 1 kursi diperlukan 2 jam kerja perakitan dan 4 jam kerja
pemolesan. Laba untuk setiap meja dan kursi yang dihasilkan masing-masing Rp.
80.000 dan Rp. 60.000,-
Berapa jumlah meja dan kursi yang optimal dihasilkan ?
Penyelesaian:
Definisi variabel keputusan:
Keputusan yang akan diambil adalah berapakah jumlah meja dan kursi yg akan dihasilkan. Jika meja
disimbolkan dengan M dan kursi dengan K, maka definisi variabel keputusan :
M = jumlah meja yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)
K = jumlah kursi yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)
Perumusan persoalan dalam bentuk tabel:
Perumusan fungsi tujuan:
Laba untuk setiap meja dan kursi yg dihasilkan masing-
masing Rp. 80.000 dan Rp. 60.000. tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan
laba dari sejumlah meja dan kursi yang dihasilkan . dengan demikian, fungsi
tujuan dapat ditulis
Fungsi Maks.:
Laba = 8 M + 6 K (dalam satuan Rp.10. 000)
Perumusan fungsi kendala:
Dengan kendala:
4M + 2K ≤
60
2M + 4K ≤48
Kendala non-negatif:
Meja dan kursi yang dihasilkan tidak memiliki nilai negatif.
M ≥ 0
K ≥ 0
Ketentuan Penggunaan Tabel Simpleks
1. Fungsi – fungsi batasan menggunakan notasi ≤
2.Fungsi Batasan harus diubah dari ≤ ke bentuk “=“ dengan menambahkan slack variable
(variabel surplus) yang dimulai dari Xn+1, Xn+2…. Xn+m
3. Proses pengulangan dihentikan apabila koefisien–koefisien dari fungsi tujuan
sudah tidak ada yang negatif
Bentuk tabel simpleks adalah sebagai berikut:
Dimana :
m = Banyaknya fungsi Batasan (kendala)
n = Banyaknya variable Ouput
b1 = Batasan sumber 1
b2 = Batasan sumber 2
bm = batasan sumber m
Metode SIimpleks Maksimal
Untuk implementasi metode simpleks maksimisasi, kasus yang diambil adalah contoh pada perusahaan meubel pada bagian
2. Tahapan-tahapannya dijelaskan pada bagian berikut.
Menentukan fungsi tujuan dan fungsi-fungsi kendala
Misalkan x1 = Meja dan x2 = Kursi
Fungsi Tujuan : Z = 8x1 + 6x2
Fungsi-fungsi Kendala:
4 x1 + 2 x2≤ 60
2 x1 + 4 x2≤48
Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala ke bentuk standar
Bentuk Standar Simpleks:
Z - 8x1 - 6x2 = 0
4 x1 + 2 x2 + x3 = 60
2x1 + 4x2 + x4 = 48
Dengan x3 dan x4 adalah variabel s
.
Membuat tabel simpleks awal
Menentukan Kolom Kunci dan Baris Kunci sebagai dasar iterasi.Kolom kunci ditentukan oleh nilai Z yang paling kecil (Negatif)
Baris Kunci ditentukan berdasarkan nilai indeks terkecil.
Cara menentukan indeks = (Nilai kanan (NK))/(Kolom
kunci (KK))
Menentukan nilai elemen cell yaitu nilai perpotongan antara kolom kunci dengan baris dan kunci.
Langkah-langkah di atas disajikan pada tabel simpleks berikut ini
Melakukan Iterasi
Dengan menentukan baris kunci baru dan baris- baris lainnya
termasuk Z.
Membuat baris kunci baris
baris kunci baru= (baris kunci lama)/(elemen cell)
baris kunci baru
(x1 )= [4
2 1 0 60]
/ 4
= [1 ½
¼ 0 15]
Membuat baris Z baru
barisbaris Z baru=baris Z lama-(nilai kolom
kunci baris
yang sesuai*baris kunci baru)
Baris Z baru = [-8 -6 0
0 0] – (-8)[1 ½
¼ 0 15]
=[0 -2 2
0 120]
Membuat baris variabel baru
Baris X4Baru = Baris X4 Lama – (Nilai Kolom Kunci Baris
yang Sesuain* Baris Kunci
Baru)
Baris X4 Baru =[2 4
0 1 48] – 2[1
½ ¼ 0
15]
= [0 3 -1/2
1 18]
Baris kunci baru (X1 ), baris Z baru, baris X4 baru, nilai-nilainua sidajikan pada tabel simpleks berikut.
Tabel simpleks ini adalah tabel simpleks hasil iterasi pertama.




Komentar
Posting Komentar