MAKALAH TENTANG SYIRIK
MAKALAH TENTANG SYIRIK
''Andhi Supriyadi''
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehidupan
setiap manusia tidak akan lepas dari unsur sosial yang mempengaruhi pola pikir
dan cara pandangnya. Dalam hal ini berkaitan eratdengan unsur warisan
kebudayaan yang berhubungan dengan suatu tradisi yang masih dipercayai oleh
masyarakat. Tradisi dalam sekelompok masyarakat merupakan sesuatu yang sudah
mendarah daging dari keturunan – keturunan sebelumnya. Akan tetapi seiring
berjalannya waktu sebuah tradisi bisa menjadi malapetaka apabila menyimpang
dari ajaran agama, terutama agama islam.
Perbuatan itu
adalah menuhankan sesuatu selain Allah dengan menyembahnya, meminta pertolongan
kepadanya, menaatinya, atau melakukan perbuatan lain yang tidak boleh
dilakukan, kecuali hanya kepada Allah SWT. Salah satu contohnya adalah sebuah
tradisi yang mempercayai atau menganggap sebuah benda mempunyai kekuatan.
Tradisi ini merupakan suatu tindakan syirik atau menyekutukan Allah.
Suatu
tradisi tidak akan dianggap syirik apabila tidak menyimpang dari ajaran islam
dan sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan dalam batasan wajar. Dalam
makalah ini akan menyampaikan tentang pengertian, jenis dan dampak
syirik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
syirik?
2. Ada berapa
macam jenis – jenis syirik?
3. Bagaimanakah
contoh - contoh Syirik?
4. Bagaimana
dampak syirik terhadap kehidupan manusia?
C. Tujuan Penulis
1. Mendeskripsikan
pengertian dan jenis – jenis syirik.
2. Mendeskripsikan
dampak syirik bagi kehidupan manusia.
D. Manfaat Penulis
1. Manfaat
teoritis, diharapkan makalah ini dapat memberikan sumbangan dalam
mengimplementasikan ilmu pengetahuan khususnya bidang ilmu agama islam.
2. Manfaat
praktis, semoga makalah ini dapat menambah referensi bagi penelitian agama
islam, khususnya tentang syirik.
BAB II
PEMBAHASAAN
A. Pengertian
Syirik
Syirik dari
segi bahasa artinya mempersekutukan, secara istilah adalah perbuatan yang
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.
Diriwayatkan
dari Abu Bakrah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda:
“Maukah aku
beritahukan kepada kalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar?” (Beliau
mengulanginya tiga kali.) Mereka (para Sahabat) menjawab: “Tentu saja, wahai
Ra-sulullah.” Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang
tua.” -Ketika itu beliau bersandar lalu beliau duduk tegak seraya bersabda:-
“Dan ingatlah, (yang ketiga) perkataan dusta!” Perawi berkata: “Beliau terus
meng-ulanginya hingga kami berharap beliau diam.”
Syirik
(menyekutukan Allah) dikatakan dosa besar yang paling besar dan kezhaliman yang
paling besar, karena ia menyamakan makhluk dan Khaliq (Pencipta). Orang yang
melakukan perbuatan syirik disebut musyrik.
B. Jenis – Jenis
Syirik
a. Syirik dilihat
dari sifat dan tingkat sanksinya :
1) Syirik
Akbar/Besar (as-syirku al-akbar )
Syirik akbar
merupakan syirik yang tidak akan mendapat ampunan Allah. Pelakunya tidak akan
masuk surga selama-lamanya. Syirik akbar dibagi dua, yaitu:
- Dzahirul Jali
(tampak nyata), yaitu penyembahan kepada tuhan-tuhan selain Allah,
baik tuhan yang berbentuk berhala, bintang, bulan, matahari, batu, gunung,
pohon besar, dan sebagainya. Ataupun menyembah mkhluk-makhluk ghaib seperti
setan, jin, malaikat.
- Bathinun Khafi
(tersembunyi), antara lain meminta pertolongan kepada orang yang telah
meninggal, patuh pada undang-undang atau hukum yang bertentangan dengan hukum
Allah.
2) Syirik
Asghar/syirik kecil (as-syirku al-asghar)
Syirik asghar
termasuk dosa besar, akan tetapi masih ada peluang diampuni Allah jika
pelakunya segera bertobat.
Contoh-contoh
perbutan syirikk asghar antara lain :
o Bersumpah
dengan nama selain Allah
o Memakai jimat
Memakai jimat
termasuk perbuatan syirik, karena mengandung unsur meminta atau mengharap
sesuatu kepada kekuatan lain selain Allah.
o Mantera
Mantera yaitu
mengucapkan kata-kata atau gumam yang dilakukan oleh orang jahiliah dengan
keyakinan, bahkan kata-kata atau gumaman itu dapat menolak kejahatan atau bala
dengan bantun jin.
o Sihir
Sihir termasuk
perbuatan syirik, karena perbuatan tersebut dapat menipu atau mengelabui orang
dengan bantuan jin atau setan.
Yang dimaksud
peramalan ialah menentukan dan memberitahukan tentang hal-hal yang ghaib pada
masa-masa yang akan datang baik itu dilakukan dengan ilmu perbintangan, membaca
garis tangan, dengan bantuan jin dan sebagainya.
o Dukun dan
tenung
Dukun ialah
orang yang dapat memberitahukan tentang hal-hal yang ghaib pada masa yang akan
datang, atau memberitahukan apa yang tersirat dalam naluri manusia. Tukang
tenun adalah nama lain dari peramal atau dukun, atau orang-orang yang mengaku
bahwa dirinya dapat mengetahui dan melakukan hal-hal yang ghaib, baik dengan
bantuan jin ata setan ataupun dengan membaca garis tangan.
o Bernadzar
kepada selain Allah
Dalam
masyarakat masih dijumpai seseorang bernadzar kepada selain Allah. Misalnya
seorang bernadzar jika sembuh ia akan mengadakan sesajian ke makam wali.
Perbuatan seperti itu adalah perbuatan yang sesat.
o Riya’
Riya’ adalah
beramal bukan karena Allah, melainkan karena ingin dipuji atau dilihat orang
lain. Riya’ termasuk syirik.
b. Menurut
klasifikasi umum,syirik di bagi menjadi empat jenis yaitu :
o Syirku Al-‘llmi
Inilah syirik
yang umumnya terjadi pada ilmuan. Mereka mengagungkan ilmu sebagai maha
segalanya. Mereka tidak mempercayai pengetahuan yang di wahyukan Allah.Sebagai
contoh mereka mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, mereka juga percaya
bahwa ilmu pengetahuan akhirnya akan dapat menemukan formula agar manusia tidak
perlu mengalami mati,dan lain-lain.
o Syirku
At-Tasarruf
Syirik jenis
ini pada prinsipnya, disadari atau tidak oleh pelakunya,menentang bahwa Allah
Maha Kuasa dan segala kendali atas penghidupan manusia berada di
tangan-Nya.Mereka percaya adanya ‘perantara’ itu mempunyai
kekuasaan.Contohnya,adalah kepercayaan bahwa Nabi Isa anak Tuhan,percaya pada
dukun,tukang syihir atau sejenisnya.
o Syirku
Al-Ibadah
Inilah syirik
yang menuhankan pikiran,ide-ide atau fantasi.Mereka hanya percaya pada
fakta-fakta kongrit yang berasal dari pengalaman lahiriah.Misalnya seorang
atheis memuja ide pengingkaran terhadap tuhan dalam berbagai bentuk kegiatan.
o Syirku
Al-‘Addah
Ini adalah
kepercayaan terhadap tahayul.Sebagai contoh percaya bahwa angka tiga belas itu
adalah angka sial sehingga tidak mau menggunakan angka tersebut, menghubungkan
kucing hitam dengan kejahatan,dan lain sebagainya.
C. Akibat Negatif
Perbuatan Syirik
a. Sulit menerima
kebenaran firman-firman Allah
b. Allah mengunci
hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah ditutup, dan mereka akan
mendapat azab yang berat.(Q.S. Al-Baqarah:7)
c. Muncul perasaan
bimbang dan ragu. Firmn Allah: “Dalam hti mereka ada penyakit, lalu Allah
menambah penyakit itu, dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka
berdusta.” (Q.S Al Baqarah:10)
d. Tidak boleh
diangkat menjadi pemimpin bagi kaum yang beriman. Karena aturan itu dibuat akan
berkiblat pada taghut, berhala dan menyebarkat kemusrikan, merendahkan orang
mukmin. Oleh karena itu secara tegas Allah melarang mengangkatny sebagai
pemimpin atau wakilnya.
e. Hanya akan
memperoleh kesenangan sementara.
f. Amalan dan
harta yang dinafkahkan sia-sia. “Perumpamaan harta yang mereka infaqkan di
dalam kehidupan ini, ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang
menimpa tanaman milik suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu
merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri
endiri. (Q.S. Ali ‘Imran:117).
g. Orang msyrik
dinilai sebagai makhluk terburuk, Allah menilai orang musyrik dengan penilaian
yang sangat rendah. Orang musrik itu seperti binatang ternak, bahkan mereka
lebih rendah dan sesat dari pada binatang.
h. Menjadi musuh
Allah. “...Maka sesungguhnyaAllah musuh bagi orang-orang kafir.” (Q.S.
Al-Baqarah:98)
i. Dijanjikan
mendapat siksa neraka. “Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada
pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam
muram(kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu syirik setelah beriman? Karena
itu rasakanlah azab yang disebabkan kekafiranmu itu.” (Q.S.Ali ;Imran:106).
D. Contoh Syirik
a. Syirik dalam
berdoa
Meminta kepada
selain Allah, disamping meminta kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
dalam kitab-Nya (yang terjemahannya):
"Dan
orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa meskipun
setipis kulit ari. Jika kamu meminta kepada mereka, mereka tiada mendengar
seruanmu, dan kalau mereka mendengar mereka tidak dapat memperkenankan
permintaanmu. (QS. Faathir: 13-14)
b. Syirik dalam
sifat Allah
Seperti
keyakinan bahwa para nabi dan wali mengetahui perkara-perkara ghaib. Allah
Ta'ala telah membantah keyakinan seperti itu dengan firman-Nya (yang
terjemahannya):
"Dan pada
sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya
kecuali dia sendiri." (QS. Al-An'am : 59). Lihat QS. Al-Jin: 26-27.
Pengetahuan tentang hal yang ghaib merupakan salah satu hak istimewa Allah,
menisbatkan hal tersebut kepada selain-Nya adalah syirik akbar.
c. Syirik dalam
Mahabbah (kecintaan)
Mencintai
seseorang, baik wali atau lainnya layaknya mencintai Allah, atau menyetarakan
cinta-nya kepada makhluk dengan cintanya kepada Allah Ta'ala. Mengenai hal ini
Allah Ta'ala berfirman (yang terjemahannya):
"Dan di
antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah,
mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang-orang yang
beriman sangat cinta kepada Allah. (QS. Al-Baqarah: 165).
Mahabbah dalam ayat ini adalah mahabbatul ubu-diyah (cinta yang mengandung
unsur-unsur ibadah), yaitu cinta yang dibarengi dengan ketundukan dan kepatuhan
mutlak serta mengutamakan yang dicintai daripada yang lainnya. Mahabbah seperti
ini adalah hak istimewa Allah, hanya Allah yang berhak dicintai seperti itu,
tidak boleh diperlakukan dan disetarakan dengan-Nya sesuatu apapun.
d. Syirik dalam
ketaatan
Yaitu ketaatan
kepada makhluk, baik wali ataupun ulama dan lain-lainnya, dalam mendurhakai
Allah Ta'ala. Seperti mentaati mereka dalam menghalal-kan apa yang diharamkan
Allah Ta'ala, atau mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya.
Mengenai hal
ini Allah Subhanahu wa Ta ala berfirman (yang terjemahannya) : Mereka
menjadikan orang-orang alim, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah. (QS.
At-Taubah: 31).
Taat kepada
ulama dalam hal kemaksiatan inilah yang dimaksud dengan menyembah berhala
mereka! Berkaitan dengan ayat tersebut di atas, Rasulullah SAW menegaskan (yang
terjemahannya): Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada
al-Khaliq (Allah). (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad).
e. Syirik khauf
(takut)
Jenis-jenis
takut :
1) Khauf Sirri;
yaitu takut kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, berupa berhala, thaghut,
mayat, makhluk gahib seperti jin, dan orang-orang yang sudah mati, dengan
keyakinan bahwa mereka dapat menimpakan mudharat kepada makhluk. Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang terjemahannya): Janganlah kamu takut kepada
mereka, takutlah kamu kepada-Ku jika kamu benar-benar orang beriman.(QS. Ali
Imran: 175).
2) Takut yang
menyebabkan seseorang meninggalkan kewajibannya, seperti: Takut kepada
seseorang sehingga menyebabkan kewajiban ditinggalkan. Takut seperti in
hukumnya haram, bahkan termasuk syirik ashghar (syirik kecil). Berkaitan dengan
hal tersebut Rasulullah SAW bersabda (yang terjemahannya):
"Janganlah
seseorang dari kamu menghinakan dirinya!" Shahabat
bertanya: Bagaimana mungkin seseorang menghinakan dirinya sendiri? Rasulullah
bersabda: "Yaitu ia melihat hak Allah yang harus ditunaikan, namun tidak
ditunaikannya! Maka Allah akan berkata kepadanya di hari kiamat: Apa yang
mencegahmu untuk mengucapkan begini dan begini?".
Ia menjawab:
"Karena takut kepada manusia!". Allah berkata: "Seharusnya hanya
kepadaKu saja engkau takut". (HR. Ibnu Majah dari Abu Said al Khudry,
Shahih).
3) Takut secara
tabiat, takut yang timbul karena fitrah manusia seperti takut kepada binatang
buas, atau kepada orang jahat dan lain-lainnya. Tidak termasuk syirik, hanya
saja seseorang janganlah terlalu didominasi rasa takutnya sehingga dapat
dimanfaatkan setan untuk menyesatkannya.
f. Syirik hulul
Percaya bahwa
Allah menitis kepada makhluk-Nya. Ini adalah aqidah Ibnu Arabi (bukan Ibnul
Arabi, beliau adalah ulama Ahlus Sunnah) dan keyakinan sebagian kaum Sufi yang
ekstrem.
g. Syirik
Tasharruf
Keyakinan bahwa
sebagian para wali memiliki kuasa untuk bertindak dalam mengatur urusan
makhluk. Keyakinan seperti ini jelas lebih sesat daripada keyakinan musyrikin
Arab yang masih meyakini Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta.
h. Syirik
Hakimiyah
Termasuk syirik
hakimiyah adalah membuat undang-undang yang betentangan dengan syariat Islam,
serta membolehkan diberlakukannya undang undang tersebut atau beranggapan bahwa
hukum Islam tidak sesuai lagi dengan zaman. Yang tergolong musyrik dalam hal
ini adalah para hakim yang membuat dan memberlakukan undang-undang, serta
orang-orang yang mematuhinya, jika meyakini kebenaran UU tersebut dan rela
dengannya.
i. Syirik tawakkal
Tawakkal ada
tiga jenis:
1) Tawakkal dalam
perkara yang hanya mampu dilaksanakan oleh Allah saja. Tawakkal jenis ini harus
diserahkan kepada Allah semata, jika seseorang menyerahkan atau memasrahkannya
kepada selain Allah, maka ia termasuk Musyrik.
2) Tawakkal dalam
perkara yang mampu dilaksanakan para makhluk. Tawakkal jenis ini seharusnya
juga diserahkan kepada Allah, sebab menyerahkannya kepada makhluk termasuk
syrik ashghar.
3) Tawakkal dalam
arti kata mewakilkan urusan kepada orang lain dalam perkara yang mampu
dilaksanakannya. Seperti dalam urusan jual beli dan lainnya. Tawakkal jenis ini
diperbolehkan, hanya saja hendaklah seseorang tetap bersandar kepada Allah
Subhanahu wa Taala, meskipun urusan itu diwakilkan kepada makhluk.
j. Syirik niat dan
maksud
Yaitu beribadah
dengan maksud mencari pamrih manusia semata, mengenai hal ini Allah Subhanahu
wa Taala berfirman (yang terjemahannya):
"Barang
siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan
kepadanya balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di
dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak akan memperoleh di
akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka
usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan". (QS.
Hud: 15-16).
Syirik jenis
ini banyak menimpa kaum munafiqin yang telah biasa beramal karena riya.
k. Syirik dalam
Hal Percaya Adanya Pengaruh Bintang dan Planet terhadap Berbagai Kejadian dan
Kehidupan Manusia.
Dari Zaid bin
Khalid Al Juhani, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang terjemahannya):
Allah berfirman: "Pagi ini di antara hambaku ada yang beriman kepada-Ku
dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang berkata, kami diberi hujan dengan
karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dia beriman kepada-Ku dan kafir terhadap
bintang. Adapun orang yang berkata: Hujan itu turun karena bintang ini dan
bintang itu maka dia telah kufur kepada-Ku dan beriman kepada bintang".
(HR, Bukhari).
E. Hikmah
menghindari perbuatan syirik
1. Menjadikan
manusia memiliki pandangan yang luas
Maksudnya ialah
manusia akan mempunyai pandangan yang luas tentang hal – hal yang berkaitan
dengan kehidupan, misalnya pengetahuan sains, agama, sosial yang lebih.
2. Mengangkat
manusia ke derajat yang tinggi dan mulia
Allah
senantiasa mengangkat derajat manusia yang beriman dan bertaqwa kepadaNya.
3. Mengalirkan
rasa kesederhanaan dan kesahajaan
Hidup dengan
kesederhanaan dan kesahajaan tanpa ada campur tangan dari tindakan syirik yang
menjadikan hidup menjadi lebih bermakna.
4. Membuat manusia
menjadi suci dan benar
Manusia akan
menjadi bersih, suci, dan benar apabila selalu mengingat Allah Swt, menjalankan
segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
5. Memunculkan
kepercayaan yang teguh dalam segala hal
Adanya
optimisme yang tinggi dalam segala bidang apabila kita percaya kepada sang
Kholiq serta selalu mengingatnya dengan beribadah kepadanya.
6. Tidak mudah
putus asa dengan keadaan yang dihadapi
Selalu sabar
dan tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah SWT, karena dalam setiap
cobaan yang ada pasti akan ada hikmah yang bisa diambil.
7. Menumbuhkan
keberanian dalam diri manusia
Dengan
menghindari syirik maka akan ada rasa keberanian dan optimis yang tinggi dalam
menjalani hidup agar tidak tersesat ke jalan yang salah.
8. Mengembangkan
sikap cinta damai dan keadilan
Tumbuhnya rasa
cinta dan damai dalam kehidupan apaibila kita selalu mengingat Allah SWT dengan
menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
9. Menjadi taat
dan patuh dengan hukum-hukum Allah
Selalu
beribadah kepadaNya dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala
larangannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Syirik
(menyekutukan Allah) dikatakan dosa besar yang paling besar dan kezhaliman yang
paling besar, karena ia menyamakan makhluk dan Khaliq (Pencipta). Orang yang
melakukan perbuatan syirik disebut musyrik. Syirik ada bermacam – macam
jenisnya, dan kita sebagai manusia yang beriman harus senantiasa menjauhi
segala perbuatan yang berhubungan dengan syirik agar terhindar dari siksa api
neraka.
B. Saran
Setelah
mengetahui bagian-bagian syirik maka kita harus menjauhi perbuatan-perbuatan
yang mengarah ke syirik. Baik itu syirik kecil maupun syirik besar. Jika kita
mempunyai keinginan atau unek-unek, luapkan semua itu kepada Allah
swt. karena Dialah Tuhan yang Maha kuasa dan Maha sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
http://kumpulan-makalah-adinbuton.blogspot.com tanggal
24 Januari 2015 pukul 21.18 WIB
http://lathifashofi.wordpress.com/2011/05/10/makalah-syirik/
PENDAHULUAN tanggal 28 Februari 2013 pukul 13.20 WIB.
http://imanikhlas.blogspot.com/favicon.ico tanggal
28 Februari 2013 pukul 13.20 WIB.
http://www.forsanplus.com/2012/02/pengertian-dan-larangan-berbuat-syirik.html tanggal
28 Februari 2013 pukul 13.20 WIB.
http://id.wikipedia.org/apple-touch-icon.png tanggal
28 Februari 2013 pukul 13.20 WIB.
http://terapiruqyahsyariah.blogspot.com/favicon.ico tanggal
28 Februari 2013 pukul 13.20 WIB.
Komentar
Posting Komentar