ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN TERHADAP PRODUK KEBUTUHAN POKOK
ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN
TERHADAP PRODUK KEBUTUHAN POKOK
by Andhi supriyadi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam
ilmu ekonomi, permintaan merupakan salah satu konsep dasar yang menjelaskan
hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah barang yang ingin dibeli oleh
konsumen. Perubahan harga sering kali memengaruhi jumlah permintaan suatu
produk di pasar. Namun, tingkat pengaruh tersebut tidak selalu sama pada setiap
jenis barang. Ada barang yang sangat sensitif terhadap perubahan harga, tetapi
ada pula barang yang relatif tidak terpengaruh.
Produk
kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan bahan pangan
utama lainnya merupakan barang yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
Barang-barang tersebut termasuk dalam kategori barang esensial yang dibutuhkan
untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan harga
pada produk kebutuhan pokok dapat memberikan dampak langsung terhadap
kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
Konsep
elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur sejauh mana perubahan harga
memengaruhi perubahan jumlah permintaan suatu barang. Dengan memahami
elastisitas permintaan terhadap produk kebutuhan pokok, pemerintah, pelaku
usaha, maupun masyarakat dapat mengetahui karakteristik pasar dan menentukan
kebijakan ekonomi yang tepat.
Analisis
elastisitas permintaan terhadap produk kebutuhan pokok menjadi penting karena
dapat membantu dalam perumusan kebijakan harga, pengendalian inflasi, serta
menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, makalah ini akan
membahas secara mendalam mengenai konsep elastisitas permintaan serta
penerapannya pada produk kebutuhan pokok.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
- Apa
yang dimaksud dengan elastisitas permintaan?
- Apa
saja jenis-jenis elastisitas permintaan?
- Faktor
apa saja yang memengaruhi elastisitas permintaan terhadap produk kebutuhan
pokok?
- Bagaimana
analisis elastisitas permintaan terhadap produk kebutuhan pokok di
masyarakat?
1.3
Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
- Menjelaskan
pengertian elastisitas permintaan.
- Mengetahui
jenis-jenis elastisitas permintaan.
- Menganalisis
faktor yang memengaruhi elastisitas permintaan pada produk kebutuhan
pokok.
- Memberikan
gambaran mengenai elastisitas permintaan pada produk kebutuhan pokok di
pasar.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Permintaan
Permintaan
adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada
berbagai tingkat harga dalam periode waktu tertentu. Permintaan dipengaruhi
oleh beberapa faktor, antara lain harga barang, pendapatan konsumen, selera,
jumlah penduduk, serta harga barang lain yang berkaitan.
Menurut
teori ekonomi, terdapat hubungan terbalik antara harga dan jumlah permintaan.
Artinya, jika harga barang meningkat maka jumlah permintaan akan menurun, dan
sebaliknya jika harga barang menurun maka jumlah permintaan akan meningkat.
2.2
Pengertian Elastisitas Permintaan
Elastisitas
permintaan adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar
perubahan jumlah permintaan akibat perubahan harga suatu barang.
Secara
matematis, elastisitas permintaan dapat dihitung dengan rumus:
E_d
= \frac{%\Delta Q_d}{%\Delta P}
Keterangan:
Ed = Elastisitas permintaan
ΔQd = Perubahan jumlah permintaan
ΔP = Perubahan harga
Jika
nilai elastisitas besar, maka permintaan bersifat elastis. Sebaliknya jika
nilai elastisitas kecil, maka permintaan bersifat tidak elastis.
2.3
Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan
1.
Permintaan Elastis (Ed > 1)
Permintaan
dikatakan elastis jika perubahan harga menyebabkan perubahan jumlah permintaan
yang lebih besar. Barang yang memiliki banyak substitusi biasanya bersifat
elastis.
2.
Permintaan Inelastis (Ed < 1)
Permintaan
bersifat inelastis jika perubahan harga hanya menyebabkan perubahan kecil pada
jumlah permintaan. Barang kebutuhan pokok biasanya termasuk dalam kategori ini.
3.
Permintaan Elastisitas Uniter (Ed = 1)
Permintaan
dikatakan elastisitas uniter jika perubahan harga sebanding dengan perubahan
jumlah permintaan.
4.
Permintaan Elastis Sempurna
Pada
kondisi ini, perubahan harga yang sangat kecil menyebabkan perubahan jumlah
permintaan yang sangat besar.
5.
Permintaan Inelastis Sempurna
Dalam
kondisi ini, jumlah permintaan tidak berubah meskipun harga berubah.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Produk Kebutuhan Pokok
Produk
kebutuhan pokok merupakan barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Contohnya antara lain:
- Beras
- Gula
- Minyak
goreng
- Telur
- Daging
- Tepung
- Garam
Barang-barang
tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehingga
permintaannya cenderung stabil.
3.2
Elastisitas Permintaan pada Produk Kebutuhan Pokok
Produk
kebutuhan pokok umumnya memiliki elastisitas permintaan yang rendah atau
bersifat inelastis. Hal ini karena masyarakat tetap harus membeli barang
tersebut meskipun terjadi kenaikan harga.
Sebagai
contoh, jika harga beras meningkat sebesar 10%, jumlah permintaan mungkin hanya
menurun sekitar 2–3%. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap beras tidak
terlalu sensitif terhadap perubahan harga.
3.3
Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
Beberapa
faktor yang memengaruhi elastisitas permintaan antara lain:
1.
Ketersediaan Barang Pengganti
Semakin
banyak barang pengganti, maka elastisitas permintaan akan semakin tinggi.
2.
Tingkat Kebutuhan
Barang
kebutuhan pokok biasanya memiliki elastisitas rendah karena sangat dibutuhkan
oleh masyarakat.
3.
Proporsi Pendapatan
Jika
suatu barang menghabiskan sebagian besar pendapatan konsumen, maka
permintaannya cenderung lebih elastis.
4.
Jangka Waktu
Dalam
jangka panjang, permintaan biasanya lebih elastis karena konsumen memiliki
waktu untuk mencari alternatif barang lain.
3.4
Analisis Kasus pada Produk Kebutuhan Pokok
Di
Indonesia, fluktuasi harga bahan pokok sering terjadi karena faktor produksi,
distribusi, serta kondisi ekonomi global. Misalnya kenaikan harga minyak goreng
atau beras dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Namun
demikian, karena barang tersebut merupakan kebutuhan dasar, masyarakat tetap
akan membelinya meskipun harga naik. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan
terhadap produk kebutuhan pokok cenderung tidak elastis.
Pemerintah
biasanya melakukan berbagai kebijakan untuk mengendalikan harga kebutuhan
pokok, seperti operasi pasar, subsidi, serta pengawasan distribusi barang agar
tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa elastisitas
permintaan merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepekaan
jumlah permintaan terhadap perubahan harga.
Produk
kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng umumnya memiliki
elastisitas permintaan yang rendah atau bersifat inelastis karena barang
tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Faktor
yang memengaruhi elastisitas permintaan antara lain ketersediaan barang
pengganti, tingkat kebutuhan, proporsi pendapatan, serta jangka waktu. Oleh
karena itu, analisis elastisitas permintaan sangat penting untuk memahami
perilaku konsumen dan menentukan kebijakan ekonomi yang tepat.
4.2
Saran
Pemerintah
perlu melakukan pengawasan terhadap harga dan distribusi produk kebutuhan pokok
agar tetap stabil di pasar. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan
kesadaran dalam mengelola konsumsi agar dapat menghadapi perubahan harga di
pasar.
DAFTAR
PUSTAKA
Mankiw,
N. Gregory. 2018. Principles of Economics. Boston: Cengage Learning.
Sukirno,
Sadono. 2016. Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Samuelson,
Paul A. & Nordhaus, William D. 2010. Economics. New York: McGraw
Hill.
Komentar
Posting Komentar