ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)

 

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)

by andhi supriyadi 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis, perusahaan harus mampu merencanakan dan mengendalikan kegiatan operasional agar tidak mengalami kerugian. Salah satu alat analisis yang sering digunakan dalam perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan bisnis adalah analisis Break Even Point (BEP).

Break Even Point merupakan titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Pada kondisi ini perusahaan tidak memperoleh keuntungan namun juga tidak mengalami kerugian. Dengan kata lain, perusahaan berada pada posisi impas.

Analisis Break Even Point sangat penting bagi manajemen perusahaan karena dapat membantu dalam menentukan jumlah minimal penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Selain itu, analisis ini juga dapat digunakan untuk merencanakan laba, menentukan harga jual produk, serta mengevaluasi efisiensi biaya produksi.

Melalui analisis Break Even Point, perusahaan dapat mengetahui hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, volume penjualan, dan keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai Break Even Point sangat diperlukan bagi manajer keuangan maupun pengelola bisnis dalam mengambil keputusan yang tepat.

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

  1. Apa yang dimaksud dengan Break Even Point?
  2. Apa saja komponen dalam perhitungan Break Even Point?
  3. Bagaimana rumus perhitungan Break Even Point?
  4. Bagaimana contoh perhitungan Break Even Point dalam suatu usaha?

 

 

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pengertian Break Even Point.
  2. Untuk memahami komponen dalam analisis Break Even Point.
  3. Untuk mengetahui rumus perhitungan Break Even Point.
  4. Untuk memahami cara menghitung Break Even Point melalui contoh kasus.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Break Even Point

Break Even Point (BEP) adalah kondisi dimana total pendapatan sama dengan total biaya sehingga perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

Menurut para ahli:

  • Mulyadi, Break Even Point adalah titik dimana pendapatan penjualan sama dengan jumlah biaya tetap dan biaya variabel.
  • Hansen dan Mowen, Break Even Point merupakan tingkat aktivitas dimana total pendapatan sama dengan total biaya.

Dengan mengetahui titik BEP, perusahaan dapat menentukan jumlah minimum produk yang harus dijual agar tidak mengalami kerugian.

2.2 Komponen Dalam Analisis Break Even Point

Dalam perhitungan Break Even Point terdapat beberapa komponen penting yaitu:

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah walaupun volume produksi berubah.

Contoh biaya tetap:

  • Sewa gedung
  • Gaji karyawan tetap
  • Penyusutan mesin
  • Asuransi

Contoh:
Sewa gedung = Rp5.000.000 per bulan

 

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produksi atau penjualan.

Contoh:

  • Bahan baku
  • Biaya kemasan
  • Biaya produksi per unit

Contoh:
Biaya bahan baku = Rp10.000 per produk

 

3. Harga Jual (Selling Price)

Harga jual adalah harga yang ditetapkan perusahaan untuk menjual produknya kepada konsumen.

Contoh:
Harga jual produk = Rp25.000 per unit

 

4. Contribution Margin

Contribution Margin adalah selisih antara harga jual per unit dengan biaya variabel per unit.

Rumus:

Contribution Margin = Harga Jual – Biaya Variabel

 

2.3 Rumus Break Even Point

1. BEP dalam Unit

Rumus:

BEP (Unit) =
Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)

 

2. BEP dalam Rupiah

Rumus:

BEP (Rupiah) =
Biaya Tetap / Contribution Margin Ratio

Dimana:

Contribution Margin Ratio =
(Harga Jual – Biaya Variabel) / Harga Jual

 

2.4 Contoh Perhitungan Break Even Point

Misalkan sebuah usaha memiliki data sebagai berikut:

Biaya tetap = Rp10.000.000 per bulan
Harga jual produk = Rp50.000 per unit
Biaya variabel = Rp30.000 per unit

 

Langkah 1: Menghitung Contribution Margin

Contribution Margin = Harga Jual – Biaya Variabel

= 50.000 – 30.000
= 20.000

 

Langkah 2: Menghitung BEP dalam Unit

BEP (Unit) =
Biaya Tetap / Contribution Margin

= 10.000.000 / 20.000
= 500 unit

Artinya perusahaan harus menjual minimal 500 unit produk agar tidak mengalami kerugian.

 

Langkah 3: Menghitung BEP dalam Rupiah

Contribution Margin Ratio = (50.000 – 30.000) / 50.000 = 20.000 / 50.000 = 0,4 

BEP (Rupiah) = 10.000.000 / 0,4 = 25.000.000

Artinya perusahaan harus memperoleh penjualan sebesar Rp25.000.000 agar mencapai titik impas.

 

2.5 Analisis Hasil Perhitungan

Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa:

Jika perusahaan menjual:

Kurang dari 500 unit → perusahaan mengalami kerugian

Sama dengan 500 unit → perusahaan berada pada titik impas

Lebih dari 500 unit → perusahaan mulai memperoleh keuntungan

Contoh:

Jika terjual 700 unit

Pendapatan = 700 × 50.000
= Rp35.000.000

Total biaya variabel = 700 × 30.000
= Rp21.000.000

Total biaya =
Biaya tetap + biaya variabel

= 10.000.000 + 21.000.000
= 31.000.000

Laba =
Pendapatan – Total biaya

= 35.000.000 – 31.000.000
= Rp4.000.000

 

2.6 Manfaat Analisis Break Even Point

Analisis Break Even Point memiliki beberapa manfaat antara lain:

  1. Mengetahui jumlah penjualan minimum agar tidak rugi
  2. Membantu perencanaan laba perusahaan
  3. Menentukan harga jual produk
  4. Mengontrol biaya produksi
  5. Membantu pengambilan keputusan manajemen

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Break Even Point merupakan suatu kondisi dimana total pendapatan sama dengan total biaya sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun kerugian.

Dalam analisis Break Even Point terdapat beberapa komponen penting yaitu biaya tetap, biaya variabel, harga jual, dan contribution margin. Perhitungan BEP dapat dilakukan dalam bentuk unit maupun rupiah.

Dengan menggunakan analisis Break Even Point, perusahaan dapat mengetahui jumlah minimal penjualan yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian. Selain itu, analisis ini juga membantu perusahaan dalam merencanakan keuntungan serta mengendalikan biaya operasional.

 

3.2 Saran

Perusahaan sebaiknya menggunakan analisis Break Even Point sebagai alat perencanaan keuangan agar dapat menentukan target penjualan yang tepat. Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan pengendalian biaya agar titik impas dapat dicapai dengan lebih cepat dan keuntungan dapat meningkat.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2016. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: STIE YKPN.
Hansen, Don R. & Mowen, Maryanne M. 2014. Managerial Accounting.
Garrison, Ray H. 2018. Managerial Accounting.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Break Even Point

MAKALAH TENTANG SYIRIK

Pentingnya Pendidikan dalam Membangun Masa Depan